KESISWAAN

TATA KRAMA DAN TATA TERTIB SISWA

I. KETENTUAN UMUM

Dalam keputusan ini yang dimaksud dengan :

1. Tata krama adalah norma atau aturan yang berlaku, yang telah ditetapkan sebagai landasan bagi tingkah laku siswa MTs Agung Alim Blado.

2. Tata tertib adalah aturan-aturan tentang hak, kewajiban, pelanggaran serta sanksi-sanksi bagi siswa MTs Agung Alim Blado.

3. Siswa adalah seluruh siswa MTs Agung Alim Blado yang terdaftar dalam daftar siswa pada tahun pelajaran yang sedang berjalan.

II. MAKSUD DAN TUJUAN

1. Maksud tata krama dan tata tertib siswa adalah ; memberikan dasar, arah dan pedoman prilaku selama mengikuti kegiatan belajar mengajar di MTs Agung Alim Blado, agar tercipta suasana sekolah yang kondusif bagi pelaksanaan pendidikan.

2. Tujuan tata krama dan tata tertib siswa adalah ;

a. Menegakkan dan menjunjung tinggi nilai ajaran Agama Islam;

b. Menanamkan ahlaqul karimah dalam bersikap, berbuat, dan bertutur kata baik di dalam maupun di luar sekolah MTs Agung Alim Blado;

c. Memberikan dasar, arah dan pedoman prilaku selama menempuh masa pendidikan di MTs Agung Alim Blado;

3. Menjujung tinggi nama baik Almameter MTs Agung Alim Blado.

III. KETENTUAN KHUSUS
HAK SISWA DAN KEWAJIBAN SISWA

PASAL 1

1. Setiap siswa MTs Agung Alim Blado berhak :
a. Memperoleh Pendidikan dan Pengajaran serta bimbingan dari guru sesuai dengan bakat, minat, potensi dan kemampuannya dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan.
b. Memanfaatkan fasilitas yang dimiliki MTs Agung Alim Blado dalam rangka kelancaran kegiatan belajar mengajar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2. Siswa MTs Agung Alim Blado berkewajiban ;
a. Mematuhi semua peraturan dan ketentuan administrasi yang berlaku di sekolah.
b. Melaksanakan tata tertib sekolah
c. Menjaga nama baik Almameter MTs Agung Alim Blado.

PAKAIAN SERAGAM DAN ATRIBUT SISWA
PASAL 2

1. Pakaian seragam siswa MTs Agung Alim Blado terdiri dari ;
a. Hari senin dan Selasa pakaian OSIS biru putih.
b. Hari Rabu dan Kamis pakaian seragam Ma’arif (atas batik bawah biru)
c. Hari Jum’at dan Sabtu pakaian seragam pramuka.
2. Untuk siswa Putra ;

a. Baju lengan pendek ada badge lengkap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
b. Celana panjang model sopan, bukan cut bray dan tidak boleh digulung.
c. Memakai topi warna biru yang telah di tentukan oleh sekolah, khusus hari kamis memakai peci warna hitam.
d. Baju dimasukan kedalam celana dan memakai ikat pinggang warna hitam.
e. Memakai kaos kaki warna putih dan sepatu warna hitam.
3. Untuk siwa putri ;
a. Baju lengan panjang, dengan badge lengkap sesuai ketentuan yang berlaku.
b. Bawah maxi model sopan, tidak terlalu ketat atau yang menonjolkan bentuk tubuh.
c. Memakai jilbab yang menutup dada, tapi tidak terlalu panjang, tidak diperkenankan memakai jilbab model renda, bordiran atau jilbab yang terlalu tipis.
d. Baju dimasukan dalam maxi dan memakai ikat pinggang warna hitam.
e. Memakai kaos kaki warna putih dan sepatu warna hitam.
4. Pakaian Olah raga ;
a. Pada setiap kegiatan oleh raga setiap siswa harus memakai pakaian olah raga berupa kaos dan training.
b. Pakaian olah raga adalah pakaian yang sopan dan tertib, tidak terlalu ketat atau yang memberikan kesan menggambarkan bentuk tubuh.

KERAPIAN KUKU DAN RAMBUT
PASAL 3

1. Kuku harus dipotong pendek tidak diperkenankan memelihara kuku terlalu panjang, mengecat kuku atau memberi warna pada kuku.
2. Siswa laki- laki rambut dicukur pendek dan rapi, tidak boleh gondrong atau sengaja memelihara rambut sampai panjang.
3. Batasan rambut gondrong bagi laki-laki adalah, apabila rambut disisir di bagian belakang telah sampai menyentuh kerah baju, dan atau di bagian depan telah sampai pada alis mata.

AKSESORIS DAN BERDANDAN
PASAL 4

1. Siswa laki- laki tidak memakai kalung atau gelang, atau bertindik memakai anting- anting.
2. Siswa perempuan tidak diperkenankan memakai perhiasan yang berharga, bersolek atau berdandan secara berlebihan.
3. Tidak memakai cap pada anggota tubuh, atau bertato, kuciran rambut, menempeli baju dengan atribut dan atau memakai topi yang bukan ketentuan sekolah.

ETIKA PERGAULAN DI SEKOLAH
PASAL 5

1. Santun dalam tutur kata dan perbuatan di dalam kelas maupun di luar kelas.
2. Mengucapkan salam dan berjabat tangan bila bertemu dengan kepala Sekolah, Guru dan karyawan serta dengan sesama teman.
3. Hormat dan patuh kepada Kepala Sekolah, Guru dan aparat sekolah lainya.
4. Tidak berkata-kata kotor, mengumpat, mencaci maki, menggunjing, pelecehan terhadap wanita dan penghinaan terhadap warga sekolah.
5. Menghindari perkelahian dengan sesama teman sekolah atau dengan siapa saja, baik secara kelompok maupun perorangan.
6. Tidak boleh membawa atau mengajak teman yang bukan warga sekolah ke dalam lingkungan sekolah.

KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
PASAL 6

1. Kegiatan belajar mengajar dimulai pulul 07.15 Wib s.d 13.35 Wib.
2. Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, terlebih dahulu dilakukan do’a “Asma’ul Khusna” bersama yang dipimpin oleh ketua kelas masing-masing.
3. Siswa yang terlambat 10 menit setelah bel masuk dibunyikan harus lapor kepada guru piket untuk mendapatkan ijin masuk.
4. Siswa yang terlambat lebih dari 20 menit dari batas waktu masuk, tidak diperkenankan mengikuti pelajaran pada jam pertama dan harus menunggu di ruang khusus.
5. Waktu ganti jam pelajaran, atau tidak ada pelajaran siswa tetap berada dalam ruang kelas, dan waktu istirahat semua siswa harus berada di luar kelas.
6. Siswa yang meninggalkan madrasah sebelum waktunya harus lapor dan ijin kepada guru piket.
7. Tidak masuk tanpa keterangan dari orang tua, wali murid atau dokter selama tiga (3) hari berturut-turut akan dipanggil untuk mendapatkan penjelasan.
8. Pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, tidak diperkenankan makan di dalam kelas, tidur di dalam kelas atau mengeluarkan kata-kata keras dan tidak senonoh yang dapat mengganggu jalanya kegiatan belajar mengajar.
9. Melaksanakan tugas yang diberikan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan.

PRESENSI KEHADIRAN SISWA
PASAL 7

1. Setiap Hari efektif siswa harus tercatat dalam daftar hadir siswa, yang dilakukan oleh wali kelas masing-masing kelas, atau petugas yang ditunjuk.
2. Siswa yang berhalangan mengikuti kegiatan belajar epektif karena sesuatu hal atau karena sakit harus meminta ijin .
3. Siswa yang sakit lebih dari tiga hari berturut-turut harus menggunakan surat keterangan Dokter.
4. Tidak masuk tanpa keterangan dari orang tua, wali murid atau dokter selama tiga (3) hari berturut-turut akan dipanggil untuk mendapatkan penjelasan.
5. Batas maksimal ketidak hadiran siswa tanpa keterangan (Alfa) adalah dua (2) hari dalam satu Bulan dan atau tiga belas (13) hari dalam satu Semester.

KETERTIBAN DAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN
PASAL 8

1. Lingkungan sekolah merupakan area yang bersih rapi dan nyaman bagi kegiatan belajar mengajar dan interaksi sosial siswa
2. Siswa ikut bertanggung jawab terhadap kebersihan dan ketertiban lingkungan Sekolah.
3. Siswa melaksanakan piket sesuai dengan jadwal regu piket yang terdapat pada kelas masing-masing
4. Setiap hari Kamis pada minggu kedua dan minggu keempat diadakan kegiatan kebersihan masal.
5. Siswa tidak diperkenankan mencoret-coret tembok/dinding sekolah, WC, pagar, halaman dan fasilitas sekolah yang lain.
6. Siswa tidak diperkenankan merusak tanaman dan atau menggunakan fasilitas sekolah untuk keperluan yang tidak sesuai, baik secara sengaja maupun yang tidak disengaja.
7. Siswa tidak diperkenankan membawa atau mengendarai kendaraan bermotor ke lingkungan sekolah dengan alasan apapun.

KETENTUAN LARANGAN
PASAL 9

Siswa dilarang ;
1. Membawa, mengedarkan atau membaca majalah pornografi yang mengganggu kesusilaan.
2. Membawa dan atau menggunakan alat hiburan yang dapat menggangu proses belajar mengajar
3. Membawa dan atau merokok, minum-minuman keras di dalam maupun di luar sekolah
4. Membawa senjata tajam ke dalam kelas atau lingkungan sekolah yang dapat mengganggu proses kegiatan belajar mengajar.
5. Membawa, mengedarkan dan atau memakai obat-obatan terlarang di dalam maupun diluar sekolah.

KETENTUAN SANKSI
PASAL 10

1. Bagi yang tidak memenuhi dan mematuhi tata tertib akan dikenakan sanksi.
2. Jenis sanksi ditetapkan melalui nilai poin.
3. Ketentuan nilai poin akan di jelaskan dalam lampiran keputusan ini.

BENTUK DAN POIN SANKSI
PASAL 11

1. Apabila telah mencapai 25 point siswa akan diberi peringatan secara lesan (atau pembinaan).
2. Apabila telah mencapai 50 point siswa akan diberi peringatan kedua, berupa penugasan
3. Apabila telah mencapai 100 point, orang tua atau wali akan di panggil ke sekolah
4. Apabila telah mencapai 150 point, orang tua siswa akan diundang dan siswa akan menjalani waktu sekorsing.
5. Apabila telah mencapai 200 point pelanggaran siswa akan diberi surat keterangan pindah sekolah.
6. Apabila telah mencapai 250 point siswa akan dikeluarkan dari sekolah tanpa surat pindah.

KETENTUAN NILAI POIN DAN SANKSI
TATA KRAMA DAN TATA TERTIB SISWA

No Jenis pelanggaran Ketentuan Nilai poin
1 Pakaian seragam dan atribut Pasal 2 5
2 Kerapian Rambut dan kuku Pasal 3 5
3 Kegiatan belajar mengajar Pasal 4 5
4 Aksesoris dan perdandanan Pasal 5 5
5 Etika pergaulan di sekolah Pasal 6 10
6 Presensi Kehadiran siswa Pasal 7 10
7 Ketertiban dan kebersihan lingkungan Pasal 8 10
8 Larangan Pasal 9 ( 1 ) 25
Pasal 9 ( 2 ) 25
Pasal 9 ( 3 ) 50
Pasal 9 ( 4 ) 50
Pasal 9 ( 5 ) 50
Pasal 9 ( 6 ) 150
NB. Ketentuan Poin Sewaktu-waktu dapat berubah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s