AKADEMIK

KE-IPNU-IPPNU-AN

1. Dinamika IPNU-IPPNU

Ikatan pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) lahir pada Tanggal 24 Februari 1954 M / 20 jumadil Akhir tahun 1373 H. Organisasi ini lahir lewat Konbes PB Ma’arif di Semarang, dilihat dari usianya bisa dianggap telah dewasa dan dianggap telah mampu memberikan manfaat/kontribusi positif kepada bangsa. Sedangkan deklarasi IPPNU adalah 2 Maret 1995 / 8 Rajab 1374 H, satu hal yang prinsip untuk diperjuangkan IPNU-IPPNU adalah pengembangan kependidikan dan kepemudaan. Sebab dinamika organisasi ini tidak lepas dari dua peran ini.

IPNU-IPPNU lahir dari kegelisahan anak muda tradisional (NU) yang ber-ghiroh modern. berkiblat pada semangat kaum ansor dam muhajirin di masa nabi Muhammad yang memiliki semangat patriotik, maka kaum muda NU kala itu hendak mengorganisir menjadi kelompok terpelajar.

Sebelum IPNU berdiri, embrio Organisasi pelajar di kalangan NU telah bermunculan. Di Surabaya telah berdiri Tsamratul mustafidhin (11 oktober:1936) dan persatuan santri NU (PAMNU:1941) dan di Sumbawa telah berdiri Ijtimauth tholabah NO (1946) Di kediri terbentuk persatuan pelajar NO (perpeno 1945) dan persatuan pelajar NO (IPINO)Di Medan.

Sejak lahir sejak tahun 1988, IPPNU-IPPNU menjadi organisasi pelajar akibat diberlakukanya UU nomor 5 tahun 1985 pada Kongres X di Jombang IPNU-IPPNU berubah mejadi Organisasi pemuda dengan singkatan Ikatan Putra Nahdlatul Ulama dan Ikatan Putri Nahdlatul Ulama. Namun perannya menjadi organisasi kepemudaan itu menjadikan IPNU-IPPNU banyak ditarik pada dunia politik praktis. Oleh sebab itu semenjak kongres digarut dan Makasar wacana kembali ke pelajar sudah mulai mencuat namun kembalinya IPNU-IPPNU ke dalam pangkuan pelajar baru berhasil pada kongres di Surabaya. 18-22 Juni 2003 saat itulah IPNU-IPPNU kembali menjadi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama. Dalam keorganisasian IPNU-IPPNU menggunakan PD / PRT (peraturan dasar dan peraturan rumah tangga) sementara untuk mengatur tertib administrasi dan dikenal POA (Pedoman Organisasi dan Administrasi) selain itu untuk mempertegas posisi IPNU-IPPNU menyertakan citra diri IPNU-IPPNU yang intinya adalah hidmat pada ajaran Ahlussunah Waljama’ah.

2. IPNU-IPPNU organisasi pelajar

Amanat yang dibawa kongres Surabaya adalah mempertegas visi pendidikan bangsa. IPNU-IPPNU meyakini bahwa pendidikan merupakan bagian terpenting dalam memajukan kualitas sumber daya manusia oleh karenanya peran IPNU-IPPNU secara organisatoris tidak lepas dari dunia pendidikan dalam hal ini disebut sebagai organisasi pelajar. Sedang problem pendidikan sekarang ini diuji dengan segala bentuk inovasi misalnya UU Sisdiknas anggaran 20 % Ujian Nasional yang masih controversial. Persoalan lain adalah masih banyak buta huruf, anak putus sekolah, tawuran pelajar, bahkan yang paling parah adalah pengangguran sarjana. IPNU-IPPNU diharapkan mampu menyelesaikan persoalan pendidikan di Indonesia salah satunya dengan melakukan diskusi musyawarah tentang problem pendidikan yang sedang dihadapi dengan demikian, fungsi utama IPNU-IPPNU sebagai organisasi pelajar dan menyelesaikan program pendidikan dan kajian Ahlussunah Waljamaah. Sebagai organisasi pelajar dalam lingkungan NU IPNU-IPPNU menjalankan aktifitas pengkaderan. Salah satu tangung jawab besar hasil kongres Surabaya dan Rakernas Pekanbaru Riau adalah dalam bidang pengkaderan di tingkat pelajar baik tingkat MTs/SMP/MA/SMA, Perguruan tinggi dan Pondok Pesantren.

3. Sistem Pengkaderan dalam IPNU-IPPNU

a). Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) adalah suatu wahana orientasi anggota IPNU-IPPNU untuk menghantarkan calon anggota dari hidup secara individu menuju kehidupan sosial

b). Lakmud (Latihan Kader Muda) merupakan latihan kader tingkat pertama yang ditekankan pada pembentukan watak, motivasi, pengembangan diri dan rasa memiliki organisasi.

c). Lakmad (Latihan Kader Madya) latihan kader di tingkat kedua yang mengolah idealisme kader-kader dalam rangka mengembangkan sikap pengetahuan dan ketrampilan mengelola kegiatan-kegiatan organisasi.

d). Latihan Pelatih merupakan latihan kader di tingkat kedua dan merupakan latihan pelatih tingkat dasar bagi kader muda yang memiliki kecenderungan untuk menjadi pelatih.

e). Latihan Pengembangan minat dan bakat latihan ini bersifat khusus mengembangkan minat dan bakat kader muda IPNU-IPPNU dalam bidang-bidang tertentu.

f). Latihan Kader Utama (LAKUT) merupakan latihan yang berbentuk lokakarya pelatihan yang mengolah idealisme kader-kader utama dalam rangka merancang dan mengembangkan sistem pelatihan IPNU-IPPNU.

4. Struktur Organisasi IPNU-IPPNU

Sebagaimana organisasi otonom NU lainya IPNU-IPPNU mempunyai struktur organisasi dan kepemimpinan sebagai berikut : Pimpinan Pusat ( PP ), berkedudukan di Ibu Kota Negara (Jakarta). Pimpinan Wilayah ( PW ) tingkat kepengurusan IPNU-IPPNU berkedudukan di ibu kota Propinsi. Pimpinan Cabang ( PC ) tingkat kepengurusan IPNU-IPPNU berkedudukan di Kabupaten. Pimpinan Anak Cabang ( PAC ) tingkat kepengurusan IPNU-IPPNU berkedudukan di Kecamatan. Pimpinan Ranting ( PR ) tingkat kepengurusan IPNU-IPPNU berkedudukan di desa/kelurahan. Pimpinan Komisariat ( PK ) organisasi IPNU-IPPNU yang terdapat di Ponpes, atau sekolah yang berada di bawah lembaga pendidikan Ma’arif NU.

5. Hubungan IPNU-IPPNU dengan Nahdlatul Ulama

Posisi IPNU-IPPNU dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU) adalah sebagai badan Otonom (Banom) maka seluruh Program Kerja IPNU-IPPNU tetap disesuaikan dengan garis besar perjuangan NU yaitu berlakunnya ajaran Ahlussunah Waljamaah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s